Senin, 12 November 2012

Contoh Laporan Akhir Teknik Pendingin


1. LATAR BELAKANG
        Dalam kemajuan teknologi di masa ini sangat pesat dan berkembang dengan cepat, dengan di kembangkannya mesin-mesin menjadi lebih canggih, demi memudahkan masyarakat melakukan segala bentuk kehidupannya.
            Refrigeration And Air Conditioning di SMK Negeri 1 Cimahi mencetak tenaga-tenaga ahli dari pada siswa-siswanya, demi menandingi kemajuan daripada teknologi itu sendiri.

2. TUJUAN PENULISAN
            Inilah tujuan dari pada mengapa saya mengerjakan Laporan ini :
1.      Sebagai tanda bukti telah menyelesaikan salah satu tugas yang diberikan oleh guru mata  pelajaran.
2.      Siswa mampu memahami, menetapkan, dan mengembangkan pelajaran yang didapatkan di sekolah.
3.      Sebagai syarat mendapatkan nilai praktek.

3. LINGKUP KEGIATAN
            Setelah melaksanakan praktek produktif yang telah dilaksanakan di jurusan, penulis banyak mendapat ilmu serta pengalaman yang sangat berharga mengenai jurusan Refrigeration and Air Conditioning ini.

4. SISTEMATIKA PENULISAN
            Berikut adalah sistematika penulisan laporan saya :
ü BAB I Kelistrikan, menguraikan tentang beberapa materi tentang kelistrikan, komponen-komponen dasar kelistrikan dan laporan job-job kelistrikan yang di laksanakan.
ü BAB II Perakitan Pemipaan dan Perbaikan Perawatan Sistem beberapa materi tentang dasar-dasar refrigerasi, pemipaan serta peralatannya, dan laporan job-job pemipaan yang sudah di laksanakan.
ü BAB III Pengukuran, menguraikan secara rinci hasil dari pengukuran-pengukuran yang sudah dilakukan dan di laporkan.


BAB  I
KELISTRIKAN

A. TEORI DASAR
1)     TEGANGAN LISTRIK (VOLTAGE)
Kekuatan yang menggerakkan elektron dalam suatu rangkaian. Memiliki satuan, yakni Volt (V).
Alat pengukur tegangan disebut Voltmeter.
Cara mengukurnya yaitu dengan cara dihubungkan secara parallel dalam rangkaian listrik.

2)     ARUS LISTRIK (INTENSITY CURRENT)
Kuat arus adalah sejumlah elektron yang mengalir melalui suatu rangkaian. Satuan arus listrik adalah Ampere (A).
Alat yang digunakan untuk mengukur arus listrik adalah Amperemeter.
Cara mengukurnya yaitu dengan cara dihubungkan secara seri.

A.     Arus listrik dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1)     Alternating Current (Ac)

Alternating Current atau arus bolak-balik adalah suatu masa elektron yang bergerak maju secara tidak teratur dimana saling terjadi pergantian arah aliran maju dan mundur, itu berarti elektron bergerak selama mengaliri kawat.

2)     Direct Current (Dc)

Direct Current atau arus searah ialah dimana elektron yang bergerak mengaliri kawat secara teratur



3)     Daya Listrik
Daya listrik adalah banyaknya energi listrik yang dikeluarkan atau dilepaskan oleh suatu penghantar (dalam satuan Joule-per detik). Yang disingkat P dengan satuannya Watt.

4)     Kabel
Kabel adalah tempat untuk mengalirnya arus yang akan masuk ke beban.

5)     Fase,Phasa  (Phase)
Aliran listrik yang bermuatan positif (+) yang sering diserbut fase sedangkan yang bermuatan negatif (-) disebut nol. Fase ada 3 macam, antara lain:
a)      Fase yang mempunyai 2 kabel; 1(+) dan 1(-)
b)     Fase yang mempunyai 3 kabel; 2(+) dan 1(-)
c)      Fase yang mempunyai 4 kabel; 3(+) dan 1(-)

6)     Terminal
Terminal adalah suatu komponen Instalasi Listrik yang berfungsi untuk menghubungkan arus.

7)     Mcb (Mini Cirkuit Breaker)
MCB adalah suatu kimponen listrik yang fungsinya sebagai pengaman arus yang berlebihan masuk ke dalam rangkaian.

8)     Stecker
Stecker adalah salah satu komponen listrik yang fungsinya sebagai pengalir arus dari sumber (PLN) ke dalam suatu rangkaian.







9)     Sakelar (Switch)
Sakelar adalah salah satu komponen listrik yang fungsinya sebagai pemutus atau penghubung arus (on/off) yang akan masuk ke beban yang berupa lampu. Sakelar dibagi menjadi 8, yakni:
a)      SPST (Single Pole Single Throw)
b)     SPDT (Single Pole Double Throw)
c)      DPST (Double Pole Single Throw)
d)     DPDT (Double Pole Double Throw)
e)      TPST (Triple Pole Single Throw)
f)       TPTT (Triple Pole Triple Throw)
g)     DRUM SWITCH
h)     CAM SWITCH

10)  Heater/Pemanas
Heater adalah salah satu komponen sistem refrigerasi yang di hubungkan dengan sumber arus 2 phasa dan tidak memerlukan netral seperti komponen lain pada kelistrikannya dan Heater atau pemanas harus menggunakan ground untuk pengaman bila terjadi arus berlebih yang mengalir pada body pemanas.

11) Motor 3 Phasa
 Motor 3 phasa adalah motor yang menggunakan 3 arus phasa dalam penggunaannya. Selain itu motor 3 phasa pun tidak memerlukan netral dalam penggunaan nya hanya saja, motor ini biasanya di pasang ground pula untuk pengaman bila terjadi kelebihan arus phasa.

12)  Toggle Switch
Toggle switch adalah komponen intalasi listrik yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus secara manual.

A.     PRAKTEK KELISTRIKAN
1.      JOB : Rangkaian Heater 2 Phasa
a)      Tujuan: untuk mengetahui bagaimana cara merangkai heater dengan 2 phasa
b)     Alat dan bahan yang di gunakan
·         Papan Panel
·         2 kabel Phasa
·         1 buah Heater
·         1 buah Testpen
·         1 buah Obeng
·         1 buah Tang lancip
·         1 buah Tang kombinasi
·         1 buah Stecker

c)      Langkah kerja
·         Siapkan alat dan bahan
·         Pastikan alat dan bahan dapat digunakan dengan baik
·         Rangkai kabel phasa pertama menuju ke MCB
·         Lalu sambungkan kabel dari MCB ke Sakelar
·         Setelah itu sambungkan ke bagian heater
·         Lalu pasang Kabel phasa kedua dan sambungkan ke MCB nomor dua
·         Setelah itu Langsung sambungkan ke bagian Heater
·         Bila langkah di atas sudah di lakukan pasang steker dan uujicoba rangkaian tadi
·         Bial Heater tidak menyala berarti ada kerusakan di heaternya atau kabbel belum terpasang dengan baik
·         Hal ini bisa pula di sebabkan oleh Sumber arus yang terputus
·         Bila semua suddah beres dan berfungsi dengan baik , presentasikan pada pembimbing.





2.      Rangkaian heater 2phasa dan lampu
a)      Tujuan : agar mampu merangkai heater 2phasa dan lampu .
b)     Alat dan bahan :
§  Panel kelistrikan
§  2 Kabel untuk phasa
§  1 kabel untuk netral
§  1 buah heater
§  1 buah lampu
§  obeng (-)
§  tang lancip
§  tang kombinasi
§  tang potong
§  testpen
§  1 buah steker 3 phasa
c)      Langkah kerja :
§  Siapkan alat dan bahan
§  Pastikan semua alat dalam kondisi baik dan dapat digunakan
§  Rangkai kabel phasa 1 menuju ke mcb 1
§  Rangkai kabel dari mcb 1 menuju ke saklar
§  Rangkai kabel phasa 2 menuju ke mcb 2
§  Pada kabel 1 , bagi menjadi 2 . satu ke bagian heater , satu ke bagian lampu
§  Untuk kabel 2 , langsung hubungkan ke heater
§  Rangkai kabel netral pada lampu
§  Setelah semua terpasang, lalu pasangkan steker 3 phasa
§  Uji coba rangkaian , pasangkan steker 3 phasa pada sumber arus yang sudah ditentukan
§  Jika heater dan lampu tidak menyala, brarti terjadi kesalahan pada pemasangan , periksa kembali pemasangan kabel, atau periksa sumber arus
§  Jika sudah berhasil dan berfungsi dengan baik , maka bisa di presentasikan ke guru pembimbing.



3.      Job : rangkaian kontrol heater dan lampu
a)      Tujuan : agar mampu merangkai 2 heater 2phasa dan 2buah lampu .
b)     Alat dan bahan :
§  Panel kelistrikan
§  2 Kabel untuk phasa
§  1 kabel untuk netral
§  2 buah heater
§  2 buah lampu
§  obeng (-)
§  tang lancip
§  tang kombinasi
§  tang potong
§  testpen
§  1 buah steker 3 phasa
c)      Langkah kerja ;
§  Pasangkan kabel phhasa 1 pada mcb 1
§  Di mcb 1 kabel dibagi menuju ke mcb 2 dan ke mcb 4
§  Sambungkan tiap tiap kabel phasa 1 pada saklar yang berbeda
§  Pasangkan kabel 2 pada mcb 3
§  Di mcb 2 kabel dibagi menuju ke mcb 5
§  Pada kabel 1 yang melewaati mcb 1, kabel dibagi kembali menjadi 2, yang keduanya menuju ke lampu 1 dan lampu 2.
§  Pasangkan kabel dari mcb 2 dan mcb 3 pada heater 1 , dan dari mcb 4 dan 5 ke heater 2
§  Pasang kabel netral, dibagi menjadi 2 , 1 ke lampu 1 dan 1 ke lampu 2.
§  Pasangkan steker 3 phasa pada rangkaian.
§  Uji coba rankaian . pasangkan steker pada tempat yang ditentukan .
§  Jika rangkaian tidak berfungsi dengan baik / tidak bekerja , periksa rangkaian dan sumber arus
§  Jika sudah berhasil, presentasikan pada guru pembimbing


4.      Job : rangkaian motor 3 phasa
a)      Tujuan : agar mampu merangkai heater 2phasa dan lampu .
b)     Alat dan bahan :
§  Panel kelistrikan
§  3 Kabel untuk phasa
§  1 buah motor 3 phasa
§  obeng (-)
§  tang lancip
§  tang kombinasi
§  tang potong
§  testpen
§  1 buah steker 3 phasa
c)      Langkah kerja :
§  Siapkan alat dan bahan
§  Patikan kebersihan, fungsi dan keamanan alat bekerja dengan baik
§  Rangkaikan kabel phasa pertama dari togle switch ke MCB pertama dan langdung di rangkai ke terminal akhir
§  Rangkaikan pula Kabel Phasa kedua seperti langkah sebelumnya merangkai kabel
§  Lakukan hal yang sama pda phasa ketiga
§  Lalu 3kabel tadi di sambungkan ke motor 3 phasa
§  Bila ada masalah atau ada alat yang rusak , britahukan pada pembimbing
§  Bila sudah selesai dan berfungsi dengan baik, Presentasikan pada pmbimbing




















BAB II
PERAKITAN DAN PERBAIKAN REFRIGERASI

TEORI DASAR

Ø KOMPRESOR
           
            Kompresor adalah alat untuk memompa bahan pendingin (refrigeran) agar tetap bersirkulasi di dalam sistem. Fungsi dari kompresor adalah untuk menaikan tekanan dari uap refrigeran sehingga tekanan pada kondensor lebih tinggi dari evaporator yang menyebabkan kenaikan temperatur dari refrigeran. Kompresor dirancang dan diproduksi untuk dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama, karena kompresor merupakan jantung utama dari sistem refrigerasi kompresi uap dan juga kapasitas refrigerasi. Suatu mesin refrigerasi tergantung pada kemampuan kompresor untuk memenuhi jumlah gas refrigeran yang perlu disirkulasikan.        
            Kompresor berfungsi untuk menghisap uap refrigeran yang berasal dari evaporator dan menekannya ke kondenser sehingga tekanan dan temperaturnya akan meningkat ke suatu titik dimana uap akan mengembun pada temperatur media pengembun.
           
            Berdasarkan cara kompresi, ada lima jenis kompresor yang biasa digunakan pada sistem refrigerasi kompresi uap, yaitu:
1. Kompresor Torak (Reciprocating Compressor)
2. Kompresor Rotari (Rotary Compressor)
3. Kompresor Sentrifugal (Centrifugal Compressor)
4. Kompresor Screw / Scroll

            Sedangkan berdasarkan konstruksinya, ada tiga jenis kompresor yang biasa digunakan pada system refrigerasi kompresi uap, yaitu:

1. Kompresor Hermetik     
2. Kompresor SemiHermetik   
3. Kompresor Open Type 

Kompresor yang digunakan adalah kompresor torak dengan 6 silinder. Keuntungan dari kompresor jenis ini ialah :
1. Konstruksi lebih kompak
2. Kecil kemungkinannya terjadi kebocoran refrigeran
3. Kapasitas besar


Ø KONDENSOR

            Kondenser berfungsi sebagai untuk membuang kalor ke lingkungan, sehingga uap refrigeran akan mengembun dan berubah fasa dari uap ke cair. Sebelum masuk ke kondenser refrigeran berupa uap yang bertemperatur dan bertekanan tinggi, sedangkan setelah keluar dari kondenser refrigeran berupa cairan jenuh yang bertemperatur lebih rendah dan bertekanan sama (tinggi) seperti sebelum masuk ke kondenser.
            Berdasarkan jenis media pendingin yang digunakan kondenser dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
A)Kondensor berpendingin air (water cooled condenser)
Kondensor berpendingin air dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:
1) Kondensor yang air pendinginnya langsung dibuang.
2) Kondensor yang air pendinginnya disirkulasikan kembali.

Sesuai dengan namanya, kondensor yang air pendinginnya langsung dibuang, maka air yang berasal dari suplai air dilewatkan ke kondensor akan langsung dibuang atau ditampung di suatu tempat dan tidak digunakan kembali. Sedangkan kondensor yang air pendinginnya digunakan kembali, maka air yang keluar dari kondensor dilewatkan melalui menara pendingin (cooling tower) agar temperaturnya turun. Selanjutnya air dialirkan kembali ke dalam kondensor, demikian seterusnya secara berulang - ulang.
           
B) Kondensor berpendingin udara (air cooled condenser).

Ada dua metoda mengalirkan udara pada jenis ini, yaitu konveksi alamiah dan konveksi paksa dengan bantuan kipas. Konveksi secara alamiah mempunyai laju aliran udara yang melewati kondenser sangat rendah, karena hanya mengandalkan kecepatan angin yang terjadi pada saat itu. Oleh karena itu kondensor jenis ini hanya cocok untuk unit-unit yang kecil seperti kulkas, freezer untuk keperluan rumah tangga, dll. Kondensor berpendingin udara yang menggunakan bantuan kipas dalam mensirkulasikan media pendinginannya dikenal sebagai kondensor berpendingin udara konveksi paksa. Secara garis besar, jenis kondensor dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1) Kondensor yang kipasnya dioperasikan dengan pengatur jarak jauh (remote control).
2) Kondensor yang kipasnya dirakit bersama-sama dengan unit kompresor atau condensing unit.

C) Kondensor evaporatif (evaporative condenser)
                 Liquid refrigeran  
            Kondensor evaporatif pada dasarnya adalah kombinasi antara kondensor dengan menara pendingin yang dirakit menjadi satu unit atau kondensor yang menggunakan udara dan air sebagai media pendinginnya.
Fungsi dari masing – masing kondenser ialah sebagai berikut :

a. Kondensor yang pertama berfungsi untuk :

1) Media penukar kalor dan tempat terjadinya proses kondensasi

2) Sebagai heat recovery

3) Menurunkan temperatur discharge ke temperatur kondensasi sesuai rancangan yaitu 40°C.


b. Kondenser yang kedua berfungsi untuk :

1) Media penukar kalor sisa dari kondenser pertama. Bila kondisi air pada kondenser pertama sudah panas, kalor dari kondensor tidak dapat sepenuhnya diserap oleh air. Maka kondensor yang kedua akan menyerap kalor dari kondensor yang masih tersisa.

2) Memastikan refrigeran yang masuk ke dalam evaporator berada dalam keadaan cair.

3) Menurunkan temperatur kondensasi dari 75°C sampai 60°C. Untuk membantu kinerja sistem, air untuk mendinginkan kondenser kedua sehingga perpindahan kalor dapat maksimal yaitu berasal dari air sumur sebagai make up water dengan menggunakan katup apung sebagai alat kontrolnya.





Keuntungan menggunakan 2 buah kondensor ialah :

a. Kerja kompresor lebih ringan.

b. Sangat sesuai dengan kondisi lingkungan yang banyak air dengan temperatur air yang cukup rendah.

c. Refrigeran yang keluar dari kondenser benar – benar dalam fasa cair, karena apabila pelepasan kalor pada kondenser pertama tidak sempurna maka kondenser kedua yang menyempurnakannya.

d. Mempertahankan agar tekanan kondensasi tidak terlalu tinggi.

e. Hemat energi, karena menggunakan air ledeng hanya sebagai pendingin kondensor sehingga secara tidak langsung akan mengurangi kebutuhan energi listrik.


Ø KATUP EKSPANSI
Katup expansi berfungsi untuk mengatur refrigeran yang masuk ke evaporator. Katup expansi dilengkapi pegas katup, bola thermal, dan diafragma. Katup ditekan oleh pegas agar selalu menutup sedangkan bola thermal selalu berusaha mendorong katup untuk membuka. Diafragma terletak di atas katup expansi dan berhubungan dengan pena penggerak katup. Jika pena katup turun, maka katup akan membuka dan sebaliknya apabila kompresor hidup, maka aliran refrigeran cair yang bertekanan tinggi masuk dan katup jarum akan membuka lebar. Ketika kevakuman pada saluran masuk, besar tekanan dalam bola thermal sangat tinggi , kemudian tekanan ini diteruskan oleh diafragma lewat pipa kapiler. Tekanan bola thermal dalam diafragma melawan tekanan pegas katup dan tekanan pipa equalizer sampai diafragma melengkung. Lengkungan diafragma tersebut diteruskan ke katup dengan perantaraan pena penggerak. Katup membuka dan refrigeran dalam evaporator naik karena dipanasi oleh udara hangat yang melewati evaporator, akibatnya refrigeran mendidih dan menjadi gas. Gas refrigeran tersebut mengalir menuju saluran pemasukan pemasukan ke kompresor. Walau sedang mendidih suhunya tetap dingin dan membantu mendinginkan bola thermal sehingga akan mengurangi tekanan pada diafragma.
Macam-macam Katup Ekspansi menurut cara kerjanya:
®    Katup Ekspansi Manual
®    Katup Ekspansi Pelampung sisi tekan tinggi
®    Katup Ekspansi Pelampung sisi tekan rendah
®    Katup Ekspansi Automatic(AXV)
®    Katup Ekspansi Thermostatic(TXV)
®    Katup Ekspansi TXV dengan eksternal equalizer
®    Katup Ekspansi TXV dengan internal equalizer





Ø PIPA KAPILER
Pipa kapiler adalah suatu pipa pada mesin pendingin baik itu Air conditioner,kulkas dll. Pipa kapiler ini adalah pipa yang paling kecil jika di banding dengan pipa lainnya, untuk pipa kapiler suatu frezzer atau dispenser berukuran 0,26" s/d 0,31" sedangkan untuk pipa kapiler AC 1/2 s/d 2 pk adalah 0,5" s/d 0,7". Kerusakan pada pipa kapiler di mesin pendingin ini biasanya di sebabkan karena pipa kapiler ini mengalami kebuntuan akibat kotoran yang masuk dan juga oli.

            Gas Refrigerant yang keluar dari kompresor telah menjadi gas yang bertekanan kemudian mengalir melalu pipa-pipa kondensor (out door) dan melewati proses penyaringan yang biasa di sebut Drier strainer setelah itu baru menuju pipa kapiler. panjang pipa kapiler yang di butuhkan pada mesin pendingin ialah 80 - 100 cm. penempatan pipa kapiler ini biasanya di gulung untuk menghemat tempat dengan menggunakan mal kapasitor bekas agar tidak penyek.
            Pipa kapiler berfungsi sebagai alat untuk menurunkan tekanan, merubah bentuk dari gas menjadi bentuk cairan dan mengatur cairan refrigerant yang berasal dari pipa pipa kondensor. Sebelum gas refrigerant masuk melewati pipa kapiler terlebih dahulu harus melalui alat yang di sebut drien strainer yaitu saringan gas yang sudah terpasang dari pabrikan mesin pendingin. Fungsi dari drier stariner ialah menyaring dan menerap debu yang akan masuk ke ruang pipa kapiler dan ke jalur pipa yang menuju evaporator indoor.

Ø EVAPORATOR
Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap. Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas, bagian evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu menguap), dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke dalam kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya.
Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan atau larutan berkonsentrasi. Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari beberapa komponen volatil (mudah menguap). Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri makanan. Pada industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin jenuh (merupakan contoh dari proses pemurnian) dalam evaporator. Evaporator mengubah air menjadi uap, menyisakan residu mineral di dalam evaporator. Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah dihilangkan garamnya. Pada sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh cairan pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi panas). Evaporator juga digunakan untuk memproduksi air minum, memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi lain.
Æ Macam-macam Evaporator menurut kontruksinya:
1.Shell and Tube Evaporator(tabung dan pipa     evaporator),biasanya digunakan pada Chiller
2.Bare and Tube Evaporator(Pipa telanjang),biasanya digunakan pada Cool     Storage
3.Finned Evaporator(bersirip),biasanya digunakan pada AC
4.Plate-Surface Evaporator (jenis plat),biasanya digunakan pada CoolCase(Kulkas)

Ø MANIFOLD GAUGE
Manifold gauge terdiri dari meter tekan dan meter ganda, dua buah keran yang disatukandan tiga buah selang isi dengan tiga warna yang berlainan. Dengan menghubungkanmanifold gauge kepada sistem, kita dapat lebih cepat mengetahui kesalahan dari sistem.Tekanan kedua meter dari manifold gauge dapat menunjukkan kepada kita apa yangsedang terjadi di dalam sistem. Selain itu alat tersebut dapat dipakai untuk : menunjukkanvakum, mengisi refrigeran, menambah minyak pelumas, memeriksa tekanan dari sistemdan compressor.

Ø VACUUM PUMP/POMPA VAKUM
Vacuum Pump/Pompa vakum berfungsi untuk membuat vaku sistem pendingin sebelum diisi denganrefrigeran. Pompa vakum harus dapat mengeluarkan semua gas, udara dan uap air darisistem.3. Ampere TangUntuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir di dalam rangakaian listrik AC.4. Flare dan SwageFlaring tool digunakan untuk mengembangkan ujung pipa agar dapat disambung dengansambungan berulir (flare nut). Swaging tool digunakan untuk memperbesar ujung pipa, agardua pipa yang sama diameternya dapat disambung dengan sambungan las.

Ø LEAK DETECTOR
Leak Detector di gunakan untuk mencari kebocoran yang terjadi pada sistem pendingin.

Ø Las
Las (Soldered/Brazing)Digunakan untuk menyambung pipa dengan cara pemanasan atau penekanan.
Electronic detector
Oksigen + Aisiteline.




PERSIAPAN PRAKTEK PERAKITAN DAN PERBAIKAN

            Dalam praktek yang saya lakukan , saya mendapatkan bagian untuk mnjelaskan tentang bagaimana cara merakit dan masalahnya pada trainer dan di presentasikan pada guru pembimbing untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh karena itu mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam pembuatan laporan ini.

PRAKTEK
A.     PERAKITAN DAN PERBAIKAN SISTEM REFRIGERASI

a)      Tujuan: Untuk mengetahui cara merakit sistem referigerasi yang baik dan benar
b)     Pembahasan masalah: merakit dan memperbaiki sistem refrigerasi dari awal secara baik dan benar

c)      Alat dan bahan:
o   Kompressor
o   Kondensor + Fan
o   Evaporator
o   Pipa 1/4 dan 3/8
o   Pipa kapiler
o   Pelralatan Las
o   Nut
o   Flaring tool dan Sweaging tool
o   Reamer
o   Bending tool

d)     Langkah kerja:
Ø Siapkan alat dan bahan
Ø Pastikan alat dan bahan berfungsi dengan baik dan bisa digunakan dengan baik
Ø Flaring dan sweaging setiap bagian sambungan pipa yang setelah itu di sweaging lalu di las
Ø Pasang kompressor pada bagian bawah trainer dan sambungkan dengan kondensor menggunakan pipa ¼ untuk pipa discharge
Ø Pasang kondenser dan fan lalu pipa ¼ yang telah di sambungkan ke kompressor
Ø Setelah kondenser terpasang dengan baik sambungkan dengan liquid line lalu pasang pada alat ekspansi ekspansi
Ø Catatan : alat ekspansi yang di gunakan disni adalah pia kapiler
Ø Setelah dipasang dengan baik pasang Evaporator dengan input disambungkan dengan menggunakan pipa 1/4 sehingga bisa tersambung dengan bagian kondenser dan alat ekspansi
Ø Lalu pada bagian output diambung dengan pipa 3/8 Dan diambung ke bagian  discharge
Ø Bila telah selesai di rangkai, ujicoba trainer tersebut dan periksakan pada pembimbing
Ø Bila ada masalah pada trainer tersebut beritahukan kepada pembimbing yang bersangkutan.

B.      PERBAIKAN DAN PERAWATAN SISTEM REFRIGERASI
a.      Tujuan: Untuk memperbaiki dan merawat sistem referigerasi agar dapat berfungsi dengan baik dan benar
b.      Pembahasan masalah: Bagian pipa di jalur refrigerant ada yang rusak, tersumbat, dan ada beberapa bagian yang hilang,bocor
c.       Alat dan Bahan:
·         Bending tool
·         Sweaging tool
·         Pipa 3/8
·         Pipa ¼
·         Pipa kapiler
·         Cutter tube
·         Perlengkapan Las
·         Silver
·         Plester pipa
·         Trainer
·         Kunci inggris
·         Nut
     d. Langkah kerja:
·         Persiapkan alat dan bahan
·         Pastikan bagian bagian pemipaan dalam trainer sudah lengkap atau tidak ada
·         Bila ada yang kuran atau tidak lengkap segera ganti dengan alat yang baru
·         Di trainer yang saya gunakan, ada beberapa bagian pipa yang memang sudah usang dan penyok, lalu kami ganti dengan pipa yang baru dan di las ulang
·         Lalu bagian sightglass dan accumulator kami bongkar dan tidak dipasang karena bagian tersebut setelah di cek mempunyai tingkat kebocoran yang tinggi
·         Lalu pada bagian strainer kami lepas dan kami tidak memasang yang baru karena strainer yang dipotong berhimpit dengan Evaporator dan sulit sekali untuk di Las.
·         Selain masalah di atas tidak ada masalah lain yang berarti dan saya bisa melanjutkan praktek ada merakit ulang trainer tersebut
·         Setelah saya rakit, trainer tersebut bisa berfungsi dengan baik dan dapat dipresentasikan pada pembimbing dengan hasil yang memuaskan.





















BAB III
PENGUKURAN
TEORI DASAR
            Dalam sistem referigerasi pun ada tahap dimana keadaan udara yang bisa berubah ubah dan bisa mempengaruhi suhu dan kelembapan sekita kita. Dalam hal ini udara sangat memepengaruhi akan kinerja alat Refrigerasi terutama dalam bidang tata udara. Oleh karena itu keadaan udara harus diperhatika dengan baik.



1.      SUHU DAN KALOR
Sudah sering kita dengar kata suhu dan kalor baik itu pada kehidupan sehari hari maupun pada saat pelajaran, tapi sebenarnya apakah itu Suhu dan Kalor ? Suhu dan kalor adalah tingkat panas dari suatu benda padat, cair, atau gas. Sedangkan kalor adalah jumlah energi panas untuk menaikan suhu itu sendiri.

2.      KALOR SENSIBEL
       Kalor sensibel adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau menurunkan suhu suatu benda. Satuan dalam : Joule, Kalori, atau BTU.  Q = m . c (∆t)
3.      KALOR LATEN
       Panas yang diperlukan untuk mengubah wujud zat dari padat menjadi cair, dan cair menjadi gas atau sebaliknya tanpa mengubah suhunya disebut kalor laten (panas laten).
Satuan Kalor Laten : Joule, Kalori, BTU,

4.      KELEMBAPAN (Relative Humidity)
Kelembapan atau Relative Humidity adalah jumlah air yang bertebaran di udara dan di suatu ruangan atau lingkup tertentu.
Kelembapan pun dapat mempengaruhi suhu  udara yang ada di sekitar

5.      DRY BULB
Dry bulb adalah jumlah air yang beretebaran di udara tapi tingkat perbandingan antara udara dan air yang bertebaran lebih besar udara daripada air yang bertebaran karena dipengaruhi oleh suhu udara yang lebih tinggi.

PRAKTEK PENGUKURAN
Tujuan: untuk mengukur tingkat kelembapan di Dalam ruangan dan luar ruangan
Alat dan bahan yang digunakan:
·         Sling
·         Stopwatch
·         Catatan
Langkah kerja
·         Siapkan alat dan bahan
·         Pastika alat dan bahan berfungsi dengan baik
·         Ukur temperatur RH,DB dan WB menggunakan seling dengan cara diputar dalan selang waktu 6x5menit
·         Tempat pengukuran yaitu dalam ruangan dan juga Luar ruangan
·         Bila telah terdaftar RH,DB dan WB pada catatan di luar ruangan , berpindahlah ke dalam ruanagan dengan waktu pengukura yang sama yaitu 6x5menit
·         Bila sudah melaksanakan semua langkah diatas, buat tabel hasil praktek pengukuran tersebut
Waktu menit
5
10
15
20
25
30
RH
67%
67%
67%
67%
67%
67%
DB (f)
80,8
80,8
80,8
80,8
80,8
80,8
WB (f)
71,9
71,9
71,9
71,9
71,9
71,9

TABEL HASIL PENGUKURAN
Di Dalam Ruangan Work Shop

Halaman depan Work Shop Teknik Pendingin
Waktu menit
5
10
15
20
25
30
RH
67%
67%
67%
67%
67%
67%
DB (f)
82,6
82,6
82,6
82,6
82,6
82,6
WB (f)
75,4
75,4
75,4
75,4
75,4
75,4






GAMBAR KELISTRIKAN










PERAKITAN PEMIPAAN SISTEM REFRIGERASI









PERBAIKAN SISTEM REFRIGERASI








BAB IV
KESIMPULAN
Dari penjelasan laporan yang saya buat di atas dapat disimpulkan beberapa kesimpulan sebagai berikut
Ä      Kelistrikan
Dari praktek kelistrikan yang saya lakukan dapat di simpulkan bahwa penggunaan alat alat kelistrikan harus sesuai dan sebelum menggunakan alat kelistrikan harus memiliki pengetahuan masing masing dari alat tersebut agar penggunaannya dapat di gunakan dengan maksimal.

Ä      Perakitan, Perawatan dan Perbaikan
Dari praktek Perakitan, Perawatan dan Perbaikan dapat di simpulkan bahwa penggunaan alat dan bahan untuk merakit sistem referigerasi harus memenuhi syarat dan masih baik agar penggunaan alatnyadapat di gunakan secara maksimal

Ä      Pengukuran
Setelah melakukan praktek pengukuran seerti laporan di atas dapat di simpulkan bahwa setiap RH,WB dan DB sangat mempengaruhi senggunaan sistem Referigerasi terutama dalam bidang AC karena itu walaupun Sederhana, kita tidak boleh meremehkan Praktek sekecil apapun.






BAB V
PENUTUP

            Alhamdulillah setelah saya berhasil dalam praktek saya pun berhasil mengerjekan laporan ini sebagai pelengkap nilkai, tak lupa Puji serta Syukur saya panjatkan kepada Allah Swt karena atas Ridha-NYA lah saya dapat menyelesaikan laporan ini.
            Mungkin jika tidak ada bantuan dari orang tua, guru-guru dan teman saya tidak dapat menyelesaikan laporan ini, oleh sebab itu saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan saya yang sudah membantu saya dalam menyelesaikan laporan ini.
            Semoga apa yang saya paparkan dalam materi Laporan ini dapat bermanfaat bafi para pembaca yang budiman, memang dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu saya sangat menerima saran, kritik dari para pembaca yang budiman guna membuat saya menyempurnakan membuat laporan berikutnya.
Akhir kata dari saya adalah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


*belum memakai daftar Isi dan Kata Pengantar ya :) #enjoy it !



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar